Langsung ke konten utama

KALOR LATEN

 Ketika suatu zat berubah fase dari padat ke cair, atau dari cair ke gas, tentu saja diperlukan energi untuk perubahan fase tersebut. Sebagai contoh es balok (padat) jika terus kita beri energi kalor (dipanaskan) maka es balok akan mengalami perubahan fase menjadi air (cair). Dan jika terus diberi energi kalor (dipanaskan) air pun akan mengalami perubahan fase menjadi uap (gas). 

kalor yang diperlukan untuk merubah fase tersebut kita sebut kalor laten (kalor lebur dan kalor uap)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERPINDAHAN KALOR

 Tiga metode kalor Konduksi Ketika sebuah tongkat logam untuk dipakai untuk pembantuan kayu di perapian, atau sebuah sendok perak di dalam semangkuk sop, ujung yang kita pegang akan terasa panas juga, walaupun tidak bersentuhan langsung dengan sumber panas. Kita katakan bahwa kalor dialirkan dari ujung yang panas ke ujung yang lain. Konduksi kalor pada banyak materi dapat digambarkan sebagai hasil tumbukan molekul-molekul. Pada ujung benda yang dipanaskan molekul-molekulnya bergerak lebih cepat dan semakin cepat, kemudian bertumbukan dengan molekul tetangga yang mulanya bergerak lambat. molekul-molekul ini mentransferkan sebagian energi pada molekul tetangganya sepanjang benda tersebut. Konduksi kalor hanya terjadi jika ada perbedaan temperatur. Dan memang, ditemukan pada percobaan bahwa kecepatan aliran kalor melalui benda sebanding dengan perbedaan temperatur antara ujung-ujungnya. Kecepatan aliran kalor juga bergantung pada ukuran dan bentuk benda, dan untuk situasi hal ini seca...